Lihat Semua Artikel

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Mata Kepala Daerah
01 July 2017


JAKARTA -- Kompetisi inovasi Pelayanan Publik 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sudah mencapai Top 99 dan tengah dalam tahapan presentasi dan wawancara oleh Tim Panel Independen menuju Top 40. Sejumlah kepala daerah yang hadir mempresentasikan inovasi di daerah yang dipimpinnya mengaku, selain bangga sudah masuk Top 99, tetapi bagi mereka yang lebih penting inovasi tersebut dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menuturkan bahwa ajang kompetisi yang mempertemukan para inovator dari setiap instansi di tanah air ini merupakan terobosan positif, karena dengan adanya ajang tersebut dapat memicu instansi lain untuk berlomba menciptakan inovasi dalam sektor pelayanan publik.

Meski demikian, Bupati yang baru saja berhasil meraih nilai A dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja (SAKIP) yang juga digelar Kementerian PANRB mengatakan bahwa yang terpenting dalam kompetisi ini bukan kompetisinya, melainkan bagaimana inovasi tersebut dapat berguna oleh masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa setiap inovasi yang diciptakan harus memiliki output yaitu kualitas pelayanan publik yang semakin baik, sehingga warga dapt merasakn inovasi yang telah diciptakan. "Harapan kami agar inovasi ini bermanfaat bagi rakyat. Kalau toh nanti masuk dalam Top 40, itu merupakan bonus," ujarnya di Kantor Kementerian PANRB, Rabu (03/05).

Dua inovasi Kabupaten Banyuwangi yang masuk ke dalam TOP 99 yaitu Implementsi E-Village Budgeting yang dibuat oleh unit Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang dibangun oleh Dinas Pendidikan.

Hal senada dikatakan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, yang mengatakan  bahwa setiap inovasi yang telah diciptakan harus memberi dampak yang positif kepada masyarakat. Untuk itu dirinya menganggap Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik bukan sekedar bersaing, namun inovasi tersebut harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Kompetisi ini bukan sekedar menang tapi bagaimana setiap inovasi pelayanan publik yang kami buat dapat berguna oleh masyarakat, kalau menang itu adalah bonus untuk kami," ujarnya Risma.

Dalam kompetisi inovasi pelayanan publik 2017 ini, terdapat satu inovasi dari Pemkot Surabaya yang masuk Top 99, yakni ‘112’ yang diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Inovasi tersebut merupakan emergency call, dimana masyarakat Surabaya bisa menghubungi 112 jika terdapat masalah seperti kebakaran, penjambretan, dan lainnya.

Selain dua kepala daerah tersebut, hadir juga Bupati Hulu Sungai Selatan Ahmad Fikri, Walikota Malang M. Anton, serta Plt. Bupati Sampang Fadilah Budiono. Sebelumnya, Sekda Provinsi Jawa Timur mempresentasikan lima dari enam inovasinya.  

Dari Hulu Sungai Selatan, ada dua inovasi yang masuk Top 99, yakni Pro Master Go Sehati, dan Telat Berkemas. Sedangkan dari Kota Malang, mengedepankan inovasi yang berjudul Lapo BRA (Laporan Pjok Braile), sementara Kabupaten Sampang dengan inovasi Selempang Mera (Selamatkan Pasien Pasung Melalui Tim Samurai ODGJ). (byu/HUMASPANRB)

Dibaca 119



Artikel Populer