DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA


PEMERINTAH KOTA BIMA
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

   Jln. Soekarno Hatta Kelurahan Rabangodu Utara Kec Raba Kota Bima
  Tlp. (0374) 646491


Kota Bima dengan peradaban Budaya Dou Mbojo yang sudah mengakar  sejak jaman kerajaan hingga sekarang masih dapat terlihat dalam kehidupan masyarakat Kota Bima dalam kesehariannya. Baik sosial, Budaya dan Seni tradisional yang melekat pada kegiatan Upacara Adat, Prosesi Pernikahan, Khataman Qur”an, Khitanan dan lain-lain serta bukti-bukti sejarah Kerajaan dan Kesultanan masih juga dapat dilihat sebagai Situs, Kepurbakalaan dan bahkan menjadi Objek Daya Tarik Wisata yang ada di Kota Bima dan menjadi objek kunjungan bagi wisatawan lokal, nusantara bahkan mancanegara.

Disisi lain, sumber daya alam Kota Bima juga memiliki daya tarik tersendiri sebagai Obyek Daya Tarik Wisata karena Kota Bima berada di bibir Teluk Bima yang sangat indah yang menawarkan berbagai atraksi wisata laut dan pantai seperti; berenang, berperahu, memancing, bersantai, melihat kehidupan masyarakat nelayan serta menikmati makanan khas desa tradisional nelayan. Disisi lain alam dan hutan serta hamparan sawah yang luas juga dapat dilihat di Kota Bima sebagai aset potensial wisata alam yang pada saat nya nanti akan menjadi salah satu ODTW andalan bagi Kota Bima.

Disisi lain, Kebijakan Pemerintah Kota Bima untuk mengembangkan sektor pariwisata telah memicu pembangunan terutama pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata seperti : Hotel, Losmen, Home Stay, Bungalow, Rumah Makan, Restoran, Bar/Cafe, Travel Agen, Money Changer, Pusat perbelanjaan dan Pusat pelayanan informasi. Kegiatan-kegiatan yang menjadi pendukung kegiatan kepariwisataan di Kota Bima telah dapat memberikan peranan dan kontribusi yang cukup besar terhadap percepatan pembangunan daerah terutama terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja dan peningkatan lapangan usaha sehingga pemerintah Kota Bima menetapkan sektor Kebudayan dan Pariwisata sebagai sektor andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbazis ekonomi kerakyatan.

Keseriusan pemerintah Kota Bima dalam mengembangkan sektor pariwisata ditunjukan dengan keseriusannya mengalokasikan dana guna membangun, memperbaiki dan mengembangkan berbagai macam infrastuktur dikawasan wisata utamanya kawasan Teluk Bima sebagai Destinasi Unggulan Kota Bima .

Pengembangan sektor Pariwisata di Kota Bima dalam tahapan pembangunan daerah telah dapat memberikan peranan dan kontribusi yang cukup besar terhadap percepatan pembangunan daerah terutama terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja dan peningkatan lapangan usaha sehingga pemerintah Kota Bima menetapkan sektor Kebudayan dan Pariwisata sebagai sektor andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berbazis ekonomi kerakyatan.

Disisi lain julukan Kota Bima sebagai salah satu Daerah Transit / persinggahan bagi wisatawan untuk mengunjungi Daerah Tujuan Wisata  (International Tourism Object) antara Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur harus kita upayakan sebagai salah satu Main Core yang dapat kita manfaatkan untuk memperpanjang waktu singgah / lenght of stay wisatawan.

Sehingga dapat merubah imej Kota Bima tidak lagi menjadi daerah persinggahan / transit  tetapi melainkan Daerah Tujuan Wisata Unggulan dengan mengemas seluruh sumber dan potensi wisata yang ada, baik wisata alam, wisata Bahari, Wisata Religius, wisata peninggalan sejarah serta wisata budaya yang didalamnya dihiasi berbagai kegiatan adat dan atraksi kesenian daerah, sehingga salah satu icon / merek Kota Bima sebagai Traditional Art And Various Civilization (daerah beragam Seni Budaya Tradisional). Sehingga dalam konstelasi pengembangan berbagai obyek wisata di Kota Bima yang terstruktur maka patut direncanakan pengembangannya dalam sebuah Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPDA) sebagai acuan penyusunan Rencana Kerja Tahunan pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bima yang berkesinambungan.  

 

TUJUAN DAN SASARAN

 TUJUAN pembangunan dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2013 yaitu :

  1. Peningkatan kualitas pelayanan
  2. Meningkatkan pembinaan teknis kualitas dan kuantitas budaya, seni, sejarah dan purbakala
  3. Melestarikan dan merevitalisasi warisan budaya serta sejarah kepurbakalaan demi memperkokoh jati diri bangsa sehingga terjalin lintas budaya antar daerah
  4. Melestarikan dan merevitalisasi Obyek – obyek wisata sebagai Daya Tarik Obyek Wisata
  5. Meningkatkan pembinaan teknis daya tarik obyek wisata
  6. Melaksanakan pemasaran produk pariwisata  demi meningkatkan pertumbuhan, pemerataan ekonomi, pemberdayaan ekonomi lokal melalui produk parisata dan budaya dan meningkatkan pendapatan Asli Daerah.

Sedangkan SASARAN yang akan dicapai dalam mencapai Tujuan :

  1. Meningkatkan sikap, mental pola pikir dan kualitas aparatur dalam melayani masyarakat
  2. Meningkatkan mutu pembangunan sarana dan prasarana pariwisata ( obyek Pariwisata )
  3. Meningkatkan koordinasi pengembangan pemasaran pariwisata
  4. Tersusunnya program dan data yang valid bagi pembangunan Obyek Daya Tarik Wisata ( ODTW )
  5. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam melestarikan seni budaya dan aset – aset kepurbakalaan.