Lihat Semua Daftar Tempat
Peta & Fasilitas Umum Wisata


Fasilitas Umum Wisata

Beberapa obyek wisata yang ada di Kota Bima secara sekilas dapat diuraikan sebagai berikut.

Istana Kayu Asi Bou

Istana ini terletak di samping timur Istana Bima (sekarang Museum Asi Mbojo). Dinamakan Asi Bou karena didirikan
setelah pendirian Istana Bima pada tahun 1927, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Ibrahim (1881-1936). Asi Bou dibangun oleh untuk Putera Mahkota Muhammad Salahuddin.


Masjid Muhammad Salahuddin

Masjid ini dibangun oleh Sultan Abdul Kadim Muhammad Syah dengan Wajir Ismail pada tahun 1737. Masjid ini terletak di Kampung Sigi atau di sebelah selatan lapangan Sera Suba (Jalan Soekarno Hatta).

Lihat di peta


 Museum Asi Mbojo

Museum Asi Mbojo dulunya merupakan Istana bagi Raja dan Sultan Bima. Museum ini dikonstruksi dengan campuran gaya Eropa dan Bima pada tahun 1927 oleh Mr. Obzicshteer Rehata. Lokasinya berada di pusat kota dan mudah diakses. Di Museum ini terdapat silsilah/tata urutan Raja dan Kesultanan Bima, benda tata urutan kepangkatan kepemerintahan, barang-barang serta pakain adat yang digunakan Istana Kerajaan, para prajurit serta masyarakat pada jaman itu. Selain itu juga dipamerkan benda-benda yang tidak hanya berasal dari jaman kerajaan dan kesultanan, tetapi juga benda-benda purbakala sebelum masa kerajaan dan kesultanan Bima. Lihat Dipeta

 Museum Samparaja

Museum Samparaja merupakan museum yang ada di Kota Bima selain Museum Asi Mbojo. Museum ini terletak di Jalan Gajah Mada Kelurahan Moggonao Kota Bima. Koleksi yang ada di museum ini antara lain Kitab BO yang asli, kitab yang membahas ihwal Kerajaan Bima pada abad 14 Masehi. Selain itu terdapat benda-benda peninggalan kesultanan Bima.

  Pantai Ni’u

Pantai Ni’u berada di sisi timur Teluk Bima, di jalan lintas Bima-Sumbawa sekitar 3,5 km dari terminal Dara Kota Bima. Lokasinya yang berada di tepi jalan nasional ini menjadikan pantai ini mudah dijangkau oleh wisatawan. Obyek wisata ini cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal, terutama pada hari-hari libur. Di kawasan ini terdapat gazebo-gazebo yang dibangun Pemerintah Kota Bima dan dapat dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati panorama pantai kawasan ini. Lihat dipeta

  Pantai Lawata

Pantai Lawata merupakan salah satu tempat tujuan wisata utama bagi masyarakat Kota Bima. Di kawasan pantai ini pengunjung dapat menikmati gai  beryang tersedia dan melakukan aktifitas seperti berenang. Lihat Dipeta

   Pantai Amahami

Pantai Amahami juga merupakan tempat tujuan bagi masyarakat Kota Bima untuk berwisata. Kawasan pantai ini ramai terutama pada sore dan malam hari, dengan berbagai aktifitas yang ada seperti pedagang kaki lima. Pantai ini berdekatan dengan Pantai Lawata atau berada sebelum Pantai Lawata dari arah Terminal Dara. Selain pantai-pantai tersebut, di kawasan pesisir Teluk Bima masih terdapat obyek-obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi, seperti Pantai Ule dan Pantai So Ati. Lihat Dipeta

  KOLO

Kolo merupakan sebuah daerah yang letaknya dipesisir pantai. Kelurahan Kolo masuk ke dalam kecamatan Asakota. Daerah ini memiliki panorama pantai yang sangat indah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bima telah membangun pondok wisata di sana. Selain itu, dibangun juga 3 unit gazebo. Jarak dari kantor Walikota Bima sampai ke tempat tersebut sekitar 15,4 km. Jalan di sana sudah diaspal.

Mata pencaharian masyarakat di sana sebagian besar menggantung hidup pada sektor perikanan dan pelayaran. Beberapa Universitas Gajah Mada yang melakukan penelitian di sana mencatat bahwa terumbu karang di sana yang masih terjaga baik sekitar 60%.

Kapal – kapal laut yang hendak menuju pelabuhan Bima harus melalui perairan Kolo. Perairan Kolo merupakan satu – satunya pintu masuk menuju pelabuhan Bima.

Sejak tahun 1945, Kolo telah dikenal oleh masyarakat Bima sebagai importir barang-barang dari Singapura. Dan sudah lama pula warga kolo ini menjalin hubungan yang harmonis dengan para Cukong dan Toke di Pulau Batam maupun Singapura. Hampir setiap bulan mereka berlayar menuju Batam dan Singapura untuk membeli barang-barang seperti pakaian dan alat elektronik untuk dijual kembali di Bima.  Menurut Yanti, salah seorang pedagang pakaian bekas dari Singapura, untuk satu karung pakaian singapura mereka beli dengan harga sekitar Rp.500.000 sampai Rp.750.000,-. Dalam satu karung itu mereka bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp.250.000 bahkan melebihi modal kalau pakaian yang ada di dalam karung itu berkualitas dan bagus coraknya.

Masuknya barang-barang Singapura membuat kelurahan ini sagat ramai dikunjungi oleh warga di luar Kolo. Kerahan Kolo terletak di pinggir perairan Selat Bima merupakan pintu masuk bagi kapal-kapal yang umumnya berlayar mengarungi Laut Flores. Kolo masuk dalam wilayah kecamatan Asakota dengan jumlah penduduk lebih dari 3000 jiwa. Luas wilayah kelurahan ini adalah 9,25 km persegi.

Di ujung utara Kelurahan Kolo terdapat pantai berpasir putih yang diberinama Pantai So Ati. Di skitar pantai ini tumbuh  ratusan pohon kelapa yang menambah teduhnya pantai ini. Di perairan pantai ini terdapat terumbu karang dan taman laut yang indah.Di pantai ini sangat cocok untuk diving dan snockling. So Ati memang sejak dulu telah menjadi salah satu obyek wisata pantai bagi warga Kolo dan sekitarnya, bahkan masyarakat Bima pada umumnya. Pada setiap hari libur pantai ini dipadati pengunjung. Lihat Dipeta